Senin, 21 Oktober 2013

HUBUNGAN MOTIVASI, KOMUNIKASI, KONFLIK, KEPEMIMPINAN, dan PENGEMBANGAN KARIER, TERHADAP KINERJA PEGAWAI

Teori Organisasi Umum
HUBUNGAN MOTIVASI, KOMUNIKASI, KONFLIK, KEPEMIMPINAN, dan PENGEMBANGAN KARIER, TERHADAP KINERJA PEGAWAI


BAB I
PENDAHULUAN
 1.         Motivasi

Pengertian motivasi menurut Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan) bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu:
a)      Kebutuhan fisiologikal (physiological needs), seperti: rasa lapar, haus, istirahat dan sex.
b)      Kebutuhan rasa aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental, psikologikal dan intelektual.
c)      Kebutuhan akan kasih sayang (love needs).
d)     Kebutuhan akan harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai simbol-simbol status.
e)      aktualisasi diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.




 2.         Komunikasi

Menurut  Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.

 3.         Konflik

TEORI KONFLIK MENURUT ROBBIN
keberadaan konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.

 4.Kepemimpinan

Dalam teori sosiologi, menurut Max Weber, kepemimpinan dibagi ke dalam tiga tipe :
·         Tipe yang pertama adalah kepemimpinan tradisional.  Masyarakat yang memegang kepemimpinan ini meyakini bahwa jiwa kepemimpinan dan kebijaksanaan bisa diturunkan melalui garis darah. Mereka meyakini bahwa ada keluarga tertentu yang mampu menjaga karakter kepemimpinan.  Monarkhi bisa lahir dalam masyarakat tradisional.  Masyarakat yang mengagungkan tradisi tidak hanya masyarakat  yang hidup di masa lalu.  Di dalam masyarakat modern pun terdapat komunitas yang masih berpegang kepada tradisi.
·         Tipe kedua adalah kepemimpinan kharismatik.  Pemimpin tipe ini dianggap memiliki kemampuan adikodrati, yaitu sifat dan kemampuan di atas rata-rata manusia.  Mereka adalah sosok yang dianggap memiliki kemampuan yang ilahiyah, sehingga mampu melakukan hal-hal yang orang biasa tidak mampu.
·         Tipe ketiga adalah kepemimpinan berdasarkan legal rasional.. Yaitu kepemimpinan yang didapat melalui tata cara dan aturan rasional yang disusun untuk menyaring seorang pemimpin.

 5.         Pengembangan Karir

Pengembangan karir menurut Mondy
Pierre Mondy
Pengembangan karir (career development) menurut Mondy meliputi aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan seorang individu  pada  kemajuan  jalur  karir  yang  direncanakan. Selanjutnya   ada   beberapa   prinsip  pengembangan  karir   yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Pekerjaan itu sendiri mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan karir. Bila setiap hari pekerjaan menyajikan  suatu  tantangan  yang  berbeda,  apa  yang dipelajari di pekerjaan jauh lebih penting daripada aktivitas rencana pengembangan formal
  2. Bentuk pengembangan skill yang dibutuhkan ditentukan oleh permintaan pekerjaan yang spesifik. Skillyang dibutuhkan untuk menjadi supervisor akanberbeda dengan skill yang dibutuhkan untuk menjadi middle manager
  3. Pengembangan  akan  terjadi  hanya  jika  seorang  individu belum memperoleh skill yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan.  Jika  tujuan  tersebut  dikembangkan  lebih  lanjut oleh  seorang  individu  maka  individu  yang  telah  memiliki skill yang dituntut pekerjaan akan menempati pekerjaan yang baru
  4. Waktu yang digunakan untuk pengembangan dapat direduksi/dikurangi dengan mengidentifikasi rangkaian penempatan   pekerjaan   individu   yang   rasional.   (Mondy,1993,p.362 dan 376)

Pengembangan      karir      (career      development)      meliputi  perencanaan karir (career planning) dan manajemen karir (career management). Memahami pengembangan karir dalam sebuah organisasi  membutuhkan  suatu  pemeriksaan  atas  dua  proses, yaitu bagaimana masing-masing individu merencanakan dan menerapkan tujuan-tujuan karirnya (perencanaan karir) dan bagaimana organisasi merancang dan menerapkan program- program pengembangan karir/manajemen karir. 


  


BAB II
ISI

1        Motivasi

Menurut saya  motivasi adalah kekuatan pendorong yang menyebabkan kita untuk mencapai tujuan. Motivasi pasti ada dalam setiap diri manusia, tanpa motivasi manusia tidak akan dapat mencapai sesuatu dengan baik, karna setiap yang diingin pasti sesuatu yang baik. Motivasi itu ada motivasi dari dalam diri kita maupun dari luar diri kita

2        Komunikasi
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci, sehingga tercapai kesepakatan yang sama dan baik.

3        Konflik
Menurut saya Untuk menangani konflik dengan efektif, kita harus mengetahui kemampuan diri sendiri dan juga pihak-pihak yang mempunyai konflik. Ada beberapa cara untuk menangani konflik antara lain : Introspeksi diri, Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat, Identifikasi sumber konflik, Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan konflik yang ada dan memilih yang tepat.

4        Kepemimpinan
Menurut saya Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh dan bisa mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama maka negara akan mencapai tujuan negaranya dan tercapai kesejahteraan untuk seluruh rakyat. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti.

5        Pengembangan Karir
Pengembangan karier adalah satu langkah untuk menciptakan karakter seorang karyawan yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam usahanya untuk mencapai target-targetnya. Pengembangan Karir dalam Organisasi sangatlah penting karena pengembangan karir untuk mendapatkan dan mempertahankan karyawan - karyawan yang berkualitas, agar semua pihak mempunyai kesempatan yang sama untuk meningkatkan karir, meningkatkan nama baik organisasi.



BAB III 
Kesimpulan

Dalam hubungan motivasi, komunikasi, konflik, kepempinan dan pengembangan karier maka dapat disimpulkan bahwa dalam kelima hubungan ini saling berhubungan terhadap kinerja pegawai. Teori Motivasi sebagai konsep dasar bagai pengenalan struktur pribadi, individu dan berbagai factor yang mendorong orang melakukan sesuatu, teori ini masih bisa bergema keras.
Hubungan yang kedua komunikasi dua arah yang ada di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi, dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi.
Hubungan yang ketiga yaitu konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Hubungan yang keempat kepemimpinan menurut Max Weber tindakan rasional menjadi cirri masyarakat modern yaitu dirinya sebagai pengusaha capitalis, ilmuan, konsumen, atau pegawai yang bertindak sesuai dengan logika tersebut.

Hubungan yang terakhir yaitu pengembangan karir bahwa suatu proses rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kemampuan kerja individu karyawan untuk merencanakan karir dimasa sekarang dan masa depan. 



  


Saran

Seharusnya ada komunikasi yang baik antar atasan dengan pegawai dapat menciptakan hasil perkerjaan yang baik juga. Kemudian dengan adanya kepemimpinan, suatu organisasi dapat berjalan dengan baik dengan adanya bantuan dari pegawai. Dan pengembangan karier untuk pegawai merupakan hal penting, karena dengan adanya pengembangan karier pegawai dapat meningkatkan kinerja kerjanya.





SUMBER :