Teori Organisasi Umum
HUBUNGAN MOTIVASI, KOMUNIKASI, KONFLIK, KEPEMIMPINAN, dan
PENGEMBANGAN KARIER, TERHADAP KINERJA PEGAWAI
PENDAHULUAN
1. Motivasi
Pengertian
motivasi menurut Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan) bahwa manusia mempunyai
lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu:
a) Kebutuhan
fisiologikal (physiological needs), seperti: rasa lapar, haus, istirahat dan
sex.
b) Kebutuhan rasa
aman (safety needs), tidak dalam arti fisik semata, akan tetapi juga mental,
psikologikal dan intelektual.
c) Kebutuhan akan
kasih sayang (love needs).
d) Kebutuhan akan
harga diri (esteem needs), yang pada umumnya tercermin dalam berbagai
simbol-simbol status.
e) aktualisasi
diri (self actualization), dalam arti tersedianya kesempatan bagi seseorang
untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah
menjadi kemampuan nyata.
2. Komunikasi
Menurut Colin Cherry
Komunikasi
adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk
mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang
ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.
3.
Konflik
TEORI KONFLIK MENURUT ROBBIN
keberadaan
konflik dalam organisasi dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu
atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi
maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka
mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik
tersebut telah menjadi kenyataan.
4.Kepemimpinan
Dalam teori sosiologi, menurut Max Weber, kepemimpinan dibagi ke
dalam tiga tipe :
·
Tipe yang pertama adalah
kepemimpinan tradisional. Masyarakat yang memegang kepemimpinan ini
meyakini bahwa jiwa kepemimpinan dan kebijaksanaan bisa diturunkan melalui
garis darah. Mereka meyakini bahwa ada keluarga tertentu yang mampu menjaga
karakter kepemimpinan. Monarkhi bisa lahir dalam masyarakat
tradisional. Masyarakat yang mengagungkan tradisi tidak hanya
masyarakat yang hidup di masa lalu. Di dalam masyarakat modern pun
terdapat komunitas yang masih berpegang kepada tradisi.
·
Tipe kedua adalah kepemimpinan
kharismatik. Pemimpin tipe ini dianggap memiliki kemampuan adikodrati,
yaitu sifat dan kemampuan di atas rata-rata manusia. Mereka adalah sosok
yang dianggap memiliki kemampuan yang ilahiyah, sehingga mampu melakukan
hal-hal yang orang biasa tidak mampu.
·
Tipe ketiga adalah kepemimpinan
berdasarkan legal rasional.. Yaitu kepemimpinan yang didapat melalui tata cara
dan aturan rasional yang disusun untuk menyaring seorang pemimpin.
5.
Pengembangan Karir
Pengembangan karir menurut Mondy
Pierre Mondy
|
Pengembangan
karir (career development) menurut Mondy meliputi
aktivitas-aktivitas untuk mempersiapkan seorang individu pada
kemajuan jalur karir yang direncanakan.
Selanjutnya ada beberapa prinsip
pengembangan karir yang dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Pekerjaan
itu sendiri mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pengembangan
karir. Bila setiap hari pekerjaan menyajikan suatu tantangan
yang berbeda, apa yang dipelajari di pekerjaan
jauh lebih penting daripada aktivitas rencana pengembangan formal
- Bentuk
pengembangan skill yang dibutuhkan ditentukan oleh
permintaan pekerjaan yang spesifik. Skillyang dibutuhkan untuk
menjadi supervisor akanberbeda dengan skill yang
dibutuhkan untuk menjadi middle manager
- Pengembangan
akan terjadi hanya jika seorang
individu belum memperoleh skill yang sesuai
dengan tuntutan pekerjaan. Jika tujuan tersebut
dikembangkan lebih lanjut oleh seorang
individu maka individu yang telah
memiliki skill yang dituntut pekerjaan akan
menempati pekerjaan yang baru
- Waktu
yang digunakan untuk pengembangan dapat direduksi/dikurangi dengan
mengidentifikasi rangkaian penempatan pekerjaan
individu yang rasional.
(Mondy,1993,p.362 dan 376)
Pengembangan
karir (career
development) meliputi perencanaan
karir (career planning) dan manajemen karir (career
management). Memahami pengembangan karir dalam sebuah organisasi
membutuhkan suatu pemeriksaan atas dua
proses, yaitu bagaimana masing-masing individu merencanakan dan
menerapkan tujuan-tujuan karirnya (perencanaan karir) dan bagaimana organisasi
merancang dan menerapkan program- program pengembangan karir/manajemen
karir.
BAB
II
ISI
1
Motivasi
Menurut saya motivasi adalah kekuatan pendorong yang
menyebabkan kita untuk mencapai tujuan. Motivasi pasti ada dalam setiap diri
manusia, tanpa motivasi manusia tidak akan dapat mencapai sesuatu dengan baik,
karna setiap yang diingin pasti sesuatu yang baik. Motivasi itu ada motivasi
dari dalam diri kita maupun dari luar diri kita
2
Komunikasi
Komunikasi dalam organisasi sangat
penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan
orang lain dan saling bertukar pikiran. Maka untuk membina hubungan kerja antar
pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara
lebih terperinci, sehingga tercapai kesepakatan yang sama dan baik.
3
Konflik
Menurut saya Untuk menangani konflik
dengan efektif, kita harus mengetahui kemampuan diri sendiri dan juga
pihak-pihak yang mempunyai konflik. Ada beberapa cara untuk menangani konflik
antara lain : Introspeksi diri, Mengevaluasi pihak-pihak yang terlibat,
Identifikasi sumber konflik, Mengetahui pilihan penyelesaian atau penanganan
konflik yang ada dan memilih yang tepat.
4
Kepemimpinan
Menurut saya Jika saja Indonesia
memiliki pemimpin yang sangat tangguh dan bisa mempengaruhi orang lain agar mau
bekerjasama maka negara akan mencapai tujuan negaranya dan tercapai
kesejahteraan untuk seluruh rakyat. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika
pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak
mau lagi mengikuti.
5
Pengembangan
Karir
Pengembangan
karier adalah satu langkah untuk menciptakan karakter seorang karyawan yang
dibutuhkan oleh perusahaan dalam usahanya untuk mencapai target-targetnya. Pengembangan Karir dalam Organisasi
sangatlah penting karena pengembangan karir untuk mendapatkan dan
mempertahankan karyawan - karyawan yang berkualitas, agar semua pihak mempunyai
kesempatan yang sama untuk meningkatkan karir, meningkatkan nama baik
organisasi.
BAB III
Kesimpulan
Dalam hubungan motivasi, komunikasi,
konflik, kepempinan dan pengembangan karier maka dapat disimpulkan bahwa dalam
kelima hubungan ini saling berhubungan terhadap kinerja pegawai. Teori Motivasi
sebagai konsep dasar bagai pengenalan struktur pribadi, individu dan berbagai factor
yang mendorong orang melakukan sesuatu, teori ini masih bisa bergema keras.
Hubungan yang kedua komunikasi dua arah yang
ada di dalam suatu organisasi akan ditentukan oleh kesamaan pemahaman
antara-orang yang terlibat dalam kegiatan komunikasi. Kesamaan pemahaman ini
dipengaruhi oleh kejelasan pesan, cara penyampaian pesan, perilaku komunikasi,
dan situasi (tempat dan waktu) komunikasi.
Hubungan yang ketiga yaitu konflik diartikan
sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok)
dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan
menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Hubungan yang keempat kepemimpinan
menurut Max Weber tindakan rasional menjadi cirri masyarakat modern yaitu
dirinya sebagai pengusaha capitalis, ilmuan, konsumen, atau pegawai yang
bertindak sesuai dengan logika tersebut.
Hubungan yang terakhir yaitu
pengembangan karir bahwa suatu proses rangkaian kegiatan untuk meningkatkan
kemampuan kerja individu karyawan untuk merencanakan karir dimasa sekarang dan
masa depan.
Saran
Seharusnya ada komunikasi yang
baik antar atasan dengan pegawai dapat menciptakan hasil perkerjaan yang baik
juga. Kemudian
dengan adanya
kepemimpinan, suatu organisasi dapat berjalan dengan baik dengan adanya bantuan
dari pegawai. Dan pengembangan karier untuk pegawai merupakan hal penting,
karena dengan adanya pengembangan karier pegawai dapat meningkatkan kinerja
kerjanya.
SUMBER
:
